Saturday, April 26, 2008

Memahami Aspek Non-teknis Komposisi

Ditulis oleh: Eki Qushay Akhwan

Ada dua unsur yang selalu hadir dalam foto yang bagus: komposisi dan cahaya. (Lihat "Pelajaran Fotografi #1: Elemen-elemen Komposisi" di Blog ini.) Oleh karena itu, kemahiran mengomposisi merupakan salah satu hal yang harus dimiliki fotografer handal.

Bagi sebagian orang – orang-orang dengan kecerdasan ruang (spatial intelligence) yang tinggi, kemahiran mengomposisi barangkali merupakan bakat yang sudah dibawa dari lahir. Namun itu tidak berarti bahwa orang-orang dengan kecerdasan ruang yang rendah tidak bisa menguasai kemahiran komposisi.Teknik komposisi bisa dipelajari dan bukan sesuatu yang rumit. Ada rumus-rumus dasar yang bisa diikuti dan jika dipraktekkan dan dilatih secara terus menerus, akan melahirkan kemahiran yang memadai untuk dapat menghasilkan karya fotografi yang bagus.

Kemahiran Komposisi
Menurut Henri Cartier-Bresson (1998: 32), kemahiran komposisi pada dasarnya adalah kemampuan untuk membangun/menciptakan secara cermat hubungan antarunsur. Dalam fotografi (dan seni rupa pada umumnya), kemampuan semacam itu berakar pada kemampuan mengenali ritme di dunia nyata. Dunia nyata tersusun dari sejumlah besar realitas atau fakta. Tugas fotografer dalam hal ini adalah memusatkan perhatian pada subjek yang terselip di antara berjibun fakta itu dan mengenali serta menemukan momen atau ritme yang dapat menyatukan beragam elemen pembentuknya menjadi suatu kesatuan yang utuh. Komposisi, dengan demikian, adalah “koalisi simultan [dan] koordinasi organik dari elemen-elemen yang dilihat oleh mata.” (Cartier-Bresson, Op cit.). Komposisi tidak berada di luar subjek. Dalam subjek terkandung bentuk dan isi yang secara “simultan” dan “organik” menjadi nyawa komposisi fotografi.

Gerak dan Momen Komposisi
Pada subjek yang bergerak, gerakan-gerakkannya menghasilkan garis-garis instan yang bersifat plastis. Menghadapi subjek yang demikian, fotografer harus mampu bergerak seirama dengan gerak yang diciptakan oleh irama kehidupan subjek, dan menemukan suatu momen di mana gerakkan subjek mencapai titik ekuilibrium yang harmonis. Di saat seperti itulah, fotografer menekan tombol rana dan membekukan momen itu dalam foto. Momen yang menentukan itulah yang kemudian melahirkan apa yang disebut Cartier-Bresson sebagai “decisive moment” (momen yang menentukan). Inilah momen yang menentukan ada tidaknya pola geometris yang memberi nyawa pada suatu foto.

Untuk mendapatkan komposisi yang terbaik, mata dan mata batin sang fotografer harus terus-menerus mengamati dan mengevaluasi subjek dan irama kehidupannya. Fotografer dapat menemukan titik harmoni komposisi dengan beberapa cara yang kelihatannya sepele, namun memiliki akibat besar dalam komposisi. Gerakan kepala sepersekian milimeter, misalnya, mampu mempertemukan garis-garis yang menciptakan harmoni komposisi. Gerakan menekuk lutut beberapa senti dapat mengubah perspektif komposisi. Demikian juga gerakan mendekatkan atau menjauhkan kamera dari subjek dapat memunculkan atau meniadakan detil yang berarti dalam merepresentasikan si subjek. Yang perlu diingat adalah, bagi fotografer handal paling tidak, semua proses itu berlangsung secara intuitif dan dalam waktu yang nyaris reflek, sesingkat waktu yang dibutuhkan untuk menekan tombol rana.


2 comments:

[ilhamhalimsyah] said...

Salam fotografi. Saya begitu tertarik membaca artikel-artikel fotografi Bapak. Senang rasanya menemukan blog ini. Sebagai seseorang yang menggeluti fotografi pengetahuan saya banyak bertambah dan sepertinya di-upgrade setelah membaca artikel-artikel bapak.

Bolehkah beberapa dari artikel ini saya kutip untuk saya jadikan referensi dalam menyusun materi fotografi?

Saya sangat gembira jika bapak berkenan memberikan izin tersebut. Untuk komunikasi lebih lanjut dapat melalui email saya: ihsyah@gmail.com

Trims atas perhatian bapak.

Salam,
Ilham Halimsyah
http://ihscenter.blogspot.com

fauzanazima said...

Tulisan saudara sangat akademisi dan teoritis dan menyenangkan untuk di baca. pola pikir kritis terbaca dengan mudah dengan membaca tulisan anda (good)

© Copyrights
Unless otherwise stated, the articles and photos in this blog are the copyright property of Eki Qushay Akhwan. All rights reserved. You may NOT republish any of them in any forms without prior permission in writing from Eki Qushay Akhwan.

Kecuali disebutkan secara khusus, hak cipta atas tulisan dan karya foto di dalam blog ini ada pada Eki Qushay Akhwan. Dilarang mempublikasi ulang artikel dan/atau karya foto di dalam blog ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Eki Qushay Akhwan.